Senin, 10 November 2008

Sunarso, dari Gempa ke Lumpur Lapindo, Siap Dikritik, Dekat Ical karena Tugas
Thursday, 12 April 2007
Jakarta

Mayjen TNI (Pur) Sunarso mengakui jabatan barunya sebagai Kepala Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS)
bukanlah pekerjaan ringan. Namun, karena panggilan tugas ini sangat mulia, ia siap mengabdi dan melaksanakan tugas.

Meskipun ada suara-suara yang mengkhawatirkan kehadirannya karena berlatar belakang militer, hal itu tak membuat
Sunarso berkecil hati. Ia bahkan yakin bisa bekerja dengan tenang. Dengan bekal pengalamannya menangani berbagai
bencana alam di tanah air, ia percaya kehadirannya akan bermanfaat.


"Saya ini bukan orang baru di Jawa Timur. Walaupun tidak lama, saya pernah bertugas di sini," tutur Sunarso saat
berbincang-bincang dengan Surya di aula Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu
(11/4).

Saat itu, Sunarso hadir bersama anggota BPLS lainnya mengikuti acara serah terima tugas dari Timnas
Penanggulangan Semburan Lumpur (TPSL) Lapindo pimpinan Basuki Hadimuljono. Timnas ini sudah berakhir masa
tugasnya pada 8 April lalu.

Sunarso yang lahir di Cimahi, Jawa Barat, 8 Juli 1950 sempat mengenyam pendidikan SMA di Cor Jesu Malang. Ketika
masuk dinas militer, ia beberapa kali ditugaskan di Jatim dan pernah menjabat Aspers Kasdam V/Brawijaya (1996). Saat
itu Pangdam Brawijaya dijabat Mayjen TNI Djadja Suparman.

Karena itu, katanya, ketika ada orang yang ragu atas penugasannya menangani lumpur Lapindo, ia menganggapnya
sebagai hal biasa. Mungkin saja orang-orang itu kurang paham. Dalam kaitan itu pula, sebelum melangkah lebih jauh,
Sunarso dan timnya nantinya akan melakukan pendekatan, terutama kepada korban lumpur.

Tentang kedekatannya dengan Menko Kesra Aburizal Bakrie (Ical), Sunarso menganggapnya sebagai hal yang wajar
dan masih dalam batas proporsional. Sebagai staf ahli Menko Kesra, jelas ia punya hubungan kerja dengan pemilik PT
Lapindo Brantas Inc itu,

"Apa saya nanti semena-mena menghadapi warga Sidoarjo karena saya dekat Ical? Nggak-lah. Mereka itu bukan lawan,
tapi kawan. Harap dicatat juga, banyak kawan-kawan saya yang anggota TNI juga jadi korban di sana. Jadi masa saya
akan bertindak keras," tegasnya.

Perwira tinggi yang pernah menjabat Pangdam IV/Diponegoro itu mengakui memang belum mendalami bencana
semburan lumpur dan dampaknya. Karena itu, langkah pertama yang akan dilakukan adalah mengadakan pertemuan
dengan Timnas Lapindo dan Gubernur Jatim Imam Utomo.

"Kami akan meneruskan program kerja timnas yang belum tuntas, termasuk penanganan masalah sosial yang ada di
sana," lanjutnya.

Sunarso yakin BPLS yang dipimpinnya akan bisa melaksanakan tugas dengan baik. Apalagi, ketika ia menjabat
Pangdam IV/Diponegoro maupun staf ahli Menko Kesra ia banyak terlibat dalam Tim Penanganan Bencana Gempa
Bumi di Bantul dan Penanggulangan Bencana Gunung Merapi.

"Tentunya akan beda penanganan gempa di Jogja dengan lumpur di Sidoarjo. Namun tragedi itu hampir sama karena
terkait dengan kemanusiaan," tutur Sunarso.

Mengomentari alasan penunjukannya sebagai Kepala BPLS, perwira tinggi ini mengaku tidak tahu persis. Tapi begitu
Presiden SBY memintanya, ia langsung menyatakan siap untuk mengemban tugas. Ia akan berusaha agar bisa
Surya Online
http://www.surya.co.id/web Powered by Joomla! - @copyright Copyright (C) 2005 Open Source MattersG. Aenll errigahtetsd :r e1s0e Nrvoevdember, 2008, 17:57
memenuhi harapan masyarakat Sidoarjo yang tentunya berharap agar BPLS bekerja lebih maksimal ketimbang Timnas
Lapindo.

"Yang saya tahu ini amanah. Tugas ini berat tetapi saya akan bekerja maksimal dan profesional," katanya lagi.

Sunarso menegaskan tidak alergi dengan kritik sejauh itu membangun. Kalau saran atau kritik diyakini akan membawa
kebaikan, tentu sangat dihargai.

"Saya akan terima setiap saran. Ingatkan saya jika saya atau anggota tim melenceng. Lebih banyak pemikiran, lebih
bagus lagi," jelas Sunarso.

Mayjen TNI Sunarso, alumni Akmil 1973, menjalani penugasan panjang di bidang kemiliteran. Sebelum menjabat
Pangdam IV/Diponegoro yang menjabat Pangdam II/Sriwijaya. Menikah dengan Endang TS, pasangan ini dikaruniai tiga
orang anak.

Sejak lulus dari Akmil dan menjadi perwira pertama hingga menengah kariernya banyak dihabiskan di Kesatuan Armed
mulai dari jabatan Pam

Tidak ada komentar: